Ini kisahku...
Aku terlahir dari keluarga sederhana...
sesederhana orang tuaku mengajariku arti kehidupan.Aku tak pernah hidup mewah karena memang tak ada yang perlu di pamerkan oleh kelurgaku. Aku memilik 2 orang saudara, 1 kaka perempuanku dan 1 lagi adik laki-lakiku. Ayahku hanyalah seorang sales biasa. Mamahku pun hanyalah guru honorer di sebuah TPA/TPQ yang di bangun disekitar tempat tinggalku.
Awal cerita ini di mulai saat aku kelulusan SMA, Adikku kelulusan SMP dan kakakku Wisuda.
Ketika itu aku liburan kelulusan SMA aku sengaja ikut kakakku yang sedang kuliah di bandung tepatnya di ITB(Institut Teknologi Bandung) , aku berencana akan ikut SMBPTN oleh karena itu aku ikut kakakku agar aku bisa belajar dengan sungguh-sungguh. Aku pun bisa sambil membantu kakakkuu yang lagi nyusun skripsi dan aku bisa membantu pekerjaan rumah.
Tidak terasa 3 minggu sudah aku di Bandung besok aku harus pulang ke kota asalku untuk mengurus urusan sekolah yang belum selesai. Sebelum aku pulang mamah dan Ayahku menyusulku dan menengok serta memberi semangat kepada kakakku yang akan sidang.Dengan Motor kesayangannya Ayahku berkelana bersama mamahku menelusuri jalanan kota kembang.Sebenarnya pada saat itu Ayah kurang enak badan sudah seminggu ayah tidak bisa buang air besar.Namun beliau tidak pernah mengeluh sedikitput.Beliau tetap bersemangat ke Bandung untuk bisa memberikan sport untuk kakakku tanpa mempedulikan kesehatannya.Sebenarnya kami khawatir dengan kondisi ayah.Ayah yang biasanya sangat bersemangat,ayah yang biasanya rajin makan kini tidak lagi. Pada saat aku ingin pulang ke Cirebon pun biasanya ayah yang mengantarkanku ke terminal, namun pada saat itu ayah terlihat lesu,sampai akhirnya aku berangkat sendiri. 3 hari berlalu ayah dan mamahpun pulang kerumah. Aku dengan gembira menyambut mereka berdua,tapi sayang saat aku melihat ayah ,ayah begitu lemas dan lesu.mungkin beliau lelah ujarku dalam hati.Seminggu kemudian aku kembali ke Bandung untuk belajar bersama kakaku.Melihat ayah terlihat sudah membaik akupun sedikit tenang meninggalkan rumah.Hari-hariku saat itu menyenangkan karena kondisi ayahku yang membaik dan aku sudah bisa move on dari mantanku dan berkenalan dengan kakak kelasku waktu SMA. Sampai saat dimana pada malam kakakku akan sidang besoknya kabar menyedihkan itu datang.
"Kring kring...." terdengar suara handphoneku berdering, langsung dengan sigag aku pun mengangkat handphoneku yang terus berbunyi, Dan terlihat dari layar handphoneku Om Caskim yang menelephone Om Caskim adalah sahabat dari Ayahku.
"Iya hallo Assalamualaikum " kataku
"Walaikumsalam" terdengar dari sebrang sana
"Iya kenapa om ? " dengan penuh wajah heran , karena tidak biasanya Om Caskim meneleponku.
"Om mau bertanya apa benar ayahmu masuk rumah sakit" suara itu terdengar serak
spontan aku langsung kaget dan lemas mendengar perkataan itu .
"Hmm ga tau om aku belum kabar dari mamah" jawabku dengan suara terbata-bata
"Oiya om kalaupun benar ayah masuk RS tolong jangan kasih tau kakakku dulu ya , kasian kakak besok sidang , aku takut dia nanti tidak konsen menjawab pertanyaan dosen" sambungku lagi
"Iya neng, Om ngerti " Jawab Om Caskim.
Aku Pun langsung lari ke kamar mandi, dan menelephone mamah.Dengan suara lirih akupun bertanya kepada mamah.
"Hallo Mah , apa bener ayah masuk RS?" aku langsung bertanya keintinya
"Loh ko kamu tahu , tahu darimana?iya ayah udah masuk RS dari 3 hari yang lalu. Jangan kasih tau kakakmu dulu ya,kasian dia besok sidang". Jawab mamahku.
"Iya mah aku ngerti ko " jawabku dengan sedih.
keesokan hari akhirnya kakakku sidang.
aku bertanya " gimana sidangnya sukses?" tanyaku saat kakakku pulang
"Sukses" jawab kakakku singkat dengan muka yang kusut.
"Apa kakakku tau ya ayah masuk RS? ko muka dian sayu gitu? " ucapku dalam hati.
"Besok kita pulang ya" tiba-tiba kakakku celetuk.
belum sempat aku menjawab "kring..kring.." tiba-tiba handphoneku berdering.
"Ya hallo Assalamualaikum. Ada apa mah, gimana ayah mah? " jawabku sambil berjalan menuju kamar mandi agar kakakku tidak mendengar percakapanku dengan mamah.
"Alhamdulillah Ayah hari ini sudah boleh pulang" jawab mamahku
"Alhamdulillah kalo gitu mah, besok juga rencananya aku dan kakak pulang mah" jawabku bahagia karena mendengar ayahku sudah boleh pulang.
"Ya sudah hati-hati ya nak" jawab mamah sambil menutup telephonenya.
Keesokan harinya aku dan kakakku pulang ke Cirebon.Sesampainya di rumah betapa terkejutnya aku dan kakakku melihat kondisi ayah, ayah yang dulu gemuk,ceria,bekerja keras kini hanya bisa berbaring di tempat tidur.Aku sedih sekali melihat keadaan ayah, tak percaya sungguh aku tak bisa percaya dengan kondisi seseorang yang ada dihadapanku saat ini.Dimana ayahku yangdulu yang penuh tawa,yang galak,yang siap siaga? kini? tak ada lagi. Aku berdoa pada Allah semoga ayahku di beri kesembuhan agar ayaku bisa seperti dulu lagi.
~Bersambung~